11 Januari 2011

Celotehan Waktu Di Kantor PLN Tasikmalaya

Siang ini, Selasa 11/1 aku coba mmberanikan diri makan di Tempat yang lumayan bergengsi, pingin ngerasain jadi orang elit makan nya kayak gimana. Pada awalnya malu & mrasa rendah diri, tapi ku dobrak...hancurkan rasa itu. Stelah di dalam, ow ow ow aku duduk di pinggir ketua BAPEDA, blakang Dirut PLN, kiri kanan Bapak bapak "bergelar". Akhirnya aku tak merasakan nikmatnya makan walau dgn daging sapi, cah ayam racik, dan namanya lupa lagi karena baru pertama kali. Selesai makan uang keluar 20.000 aku kaget. Ternyata.... Tapi sebenarnya yg kucari bukan itu, aku ingin merasakan gimana nikmatnya makan orang gedean & pejabat, ternyata sama saja dgn makan di emper jalan dgn TO. Bedanya di sini s'lesai makan kepulan asap rokok sangat pekat walau Air Condisioner membelai lembut.
Aku di sini mulai berfikir & menstimulus rasa empati di hati ini. Aku tengok dari jendela bapak" becak makan dgn hamparan sehelai kertas. Ya memang s'perti ini realitanya.
Namun di sisi lain aku kagum dgn sebagian kecil Anggota Dewan yang pulang perginya naik elf (sejenis angkutan umum) bahkan kadang kulihat berdiri di pintu masuk mobil karena penuh, dgn orang orang biasa pun bercengrama mereka tak tahu bahwa yang diajak ngobrol adalang Anggota Dewan, hatiku iri dgn anggota dewan yang sbelum, sedang, & setelah Jadi Anggota Dewan tetap menjadi penjual jam tangan sambil menghamparkan tikar di pinggir trotoar jalan di Tasikmalaya dan aku baru tau setelah pulang sekolah SMA dulu, beliau adalah anggota dewan kota. Subhanallah....
Begitulah cerita & imajenasiku bermain di siang hari ini, yang kelak suatu saat para pemimpin hadir dari para pemuda yang slama masa mudanya dihabiskan untuk berbuat baik & memperbaiki diri.
Tersenyumlah negeriku hapus rasa pilu karena harapan itu masih ada.
 
;