06 Desember 2011

Prolog Sederhana

Bunyi HP itu berdering menandakan ada sms masuk dan aku lihat.. sebuah pesan dengan isi nya seperti ini…
“Kampus Madani. Tampaknya kata- kata itu sudah tidak asing lagi bagi kita, Aktivis Dakwah Kampus. Kampus Madani. Itulah yang kita gaungkan selama ini. Kampus Madani. Itulah yang membuat kita tuk tetap eksis di sini. Terhanyut di hati dan fikiran ini. Kampus Madani. Itulah impian kita bersama. Kampus Madani, ya bukan hanya mimpi belaka. Hari ini kita sudah mulai melangkah kawan.....”.
Langsung aku berfikir dan merenung kenapa ada sms seperti itu, aah…. mungkin hanya penyemangat dan penabur rindu dari saudara saudaraku di kampus…. Aku pun mulai berjalan dan masuk ke sekre UKM KISI… sambil melamun aku pun mulai bergumam dalam hati dan fikiranku… Andai SMS itu menjadi kenyataan....Hmmm.
============================================
Alangkah sejuknya kampus perjuangan ini jika setiap sendi dan relung di sudut kampus diwarnai dan diisi dengan nuansa islami.... dari masuk gerbang utama atau dari parkiran di belakang FKIP yang baru dibangun itu... kulihat ada sebuah stiker berwarana hijau daun dan frame hitam “Selamat Datang di kampus Perjuangan, area ini khusus bagi orang yang murah senyum, salam, dan sopan”... Deg. Langsung aku merasa tersindir..... kulihat dari kejauhan tampak rindang dan sejuk seolah menyambut para mahasiswa yang mau masuk kuliah. Aku pun mulai berjalan lirik kiri dan kanan, langsung aku disuguhkan dengan masjid kampus “Masjid Al Muhajirin” tampak tulisan terpampang di depan. Tampak disana ada sekelompok mahasiswa bercelana jens dan berkaos hitam... merk nya aku kenal “Jail”... aku dekati ternyata disana ada mushaf Al Qur’an dan rujak... kutebak pasti ini sedang mentoring. Dari sudut pojok sebelah kanan sempit itu, ada juga kelompok wanita yang memakai pakaian dengan warna mencolok dan lebih mencolok dengan seorang perempuan tanpa kerudung yang tampaknya mereka sedang asyik asyik nya curhat dengan tetehnya.... aku hanya tersenyum saja karena suasana itu cukup ramai dengan berseliwerannya anak anak TK Az Zahra yang sedang bermain.. dan aku pun begitu menikmati suasana ini.
“AllahuAkbar...AllahuAkbar”.... Alhamdulillah adzan dhuhur pun berkumandang, aku mulai ambil air wudhu dan tanpa sengaja aku bersenggolan dengan seorang laki laki memakai baju DEM UNSIL warna coklat dan ku lihat dipunggung nya tulisan “Progresif, Penuh Warna, dan Menginspirasi”, Assalammualaikum... Gimana kabarnya Aa ?? aku agak terheran... kok kenal sama aku...mulai lah aku berkenalan.... dan berbincang sedikit. Suara Iqomat pun terdengar, aku lihat yang menjadi imam kali ini adalah Pak Rektor dan tampak si shaf depan beberapa orang pimpinan fakultas dan jurusan, di samping kiri dan kanan ku karyawan rektorat dan tukang parkir yang baru bekerja di sini..... Hembusan udara dari AC semakin menambah khusyu para jamaahnya. Sholat pun selesai, bersalaman yang satu dengan yang lain nya menambah akrab suasa kampus ini sesuai dengan stiker yang aku lihat di pintu gerbang tadi...
Mahasiswa yang ku senggol tadi, tampaknya mendekatiku lagi... benar saja dia ingin berbagi cerita dan berkenalan dengan ku yang baru saja ketemu. Aku pun di ajak ke Kantin KOPMA di pinggir gedung mandala itu. Aku lihat di kiri dan kananku bayak Famplet, Spanduk, dan Baligho. Ada kegiatan kegiatan besar tampaknya di kampus ini. Ada “Simposium Pergerakan Mahasiswa Se Indonesia”, “Bedah Buku : Jangan Kuliah Kalau Ga Sukses”, Baligho besar warna ungu “Kajian Kemuslimahan Mingguan Smart and Smile”. Tampak yang kecil kecil Open Rekrutmen UKM Seni Musik dalam famplet..
aku bertanya kepada Mahasiswa tadi
“Oh, ini kegiatan kegiatan sekarang ya, sedikit ?”....
“Enggak A, di belakang masih banyak dan disediakan tempat khusus untuk itu, kebijakan Rektor dan aspirasi mahasiswa sekarang lebih Baik A, dari sebelum2 nya”...... sahut dia.
Dalam hatiku hanya bilang
“OoooH bagus lah”.
Uang Rp. 50.000 pun ku keluarkan dalam dompetku ku untuk membayar makanan yang aku pesan, dan uang kembalian serta kertas pink lucu berlogo Shin Chan dan KOPMA bertuliskan sebuah do’a sebelum makan, aku terima dari kasir itu. Aku tersenyum aja..., kenapa bukan kartun Harimau ya, malah Shin Chan. Tapi tak apa lah, Yang penting tulisan ini kebaca sama semua orang. Aku pun mulai berbincang serius.. melayang, berfantasi dengan dunia organisasi dan pergerakan mahasiswa di kampus dari cerita mahasiswa tadi. Waktu di jam tangan ku sudah mulai menunjukan pukul 14.00, dia berpamitan kepada ku, ada kagiatan lain yang tidak boleh ditinggalkan sesibuk apapun kata dia...
“Eh...Aa, ijin dulu ya ngobrol nya. Aku mau mentoring dulu sama anak anak pergerakan lain habis itu mau ke Perpustakaan karena besok ada UTS,
nantilah di Twitter dilanjut, jangan lupa Follow akun aku ya A. Mudah2 hati ku juga di Follow juga ma Aa...” ujar dia sambil tertawa
memecah keseriusan dan memperlihatkan twitter di iPad nya, merk Apel... dengan kantong yang penuh dengan Buku buku.
“Ok, Silahkan....Waalaikumsalam” sahut ku.


Agak panas memang cuaca waktu itu, aku pun mencari tempat untuk berteduh. Kulihat di belakang rektorat tempat yang cocok kayaknya. Berjalan lah aku kesana, tampak juga di belakang rektorat ruangan kecil sederhana. Tempat aku dulu rapat. QC Center, kata teman teman ku dulu sering menyebutnya.. Tampak disana ada Benner 2 bertulisakan “Open Rekrutmen Generasi Digital” berlatar Tokoh Film Transformer : Optimus. Dan kulihat ada kesibukan disana, mungkin sedang rapat. Aku pun mengetuk pintu dan kulihat juga ada famplet kecil bertuliskan “Pelatihan Design Web Gratis”. Senyum dari seorang laki laki berpakian jeans coklat dan kaos putih serta bertopi sambil di tangan kanan yang ada gelang magnet nya memegang mushaf Al Qur’an kecil merk Syaamil membuat aku semakin tersenyum... parfum nya juga harum, dalam hatiku.
“Assalmmualaikum, Ada yang bisa saya bantu” sapa dia sambil menyalami tangan ku.
“Waalaikumsalam, oh iya mau nanya, ini sekre UKM KISI ya.” Sambil aku melirik lirik ke dalam tertarik dengan kerapihan dan tertatanya ruangan.
“Oh. Bukan ini sekre HIMPUNAN jurusan teknik sipil, kalau sekre KISI udah dipindah dan disatukan di Gedung Kemahasiswaan yang baru di bangun itu”, sambil menunjukan telunjuk ke sebalah barat dekat Rektorat....
“Oh, iya terimakasih. Maaf mengganggu”.... sambil aku berputar melirik gedung itu.
“Kok kenal UKM KISI, alumni nya ya, A ?”.
“Oh, bukan. tapi saya aktif di mentoring dulu dan di BEM Fakultas juga pernah aktif, jadi satu perjuangan dengan teman teman saya di KISI wlw saya bukan anggota nya.
Kirain ini sekre nya. Habis ada hijab nya sih didalam.... kalau gitu saya pamit dulu. Mau ke Belakang rektorat panas cuacanya”.....
“Oh, iya silahkan. Jangan sungkan sungkan kesini lagi A ada AG di sini.....”.

Langkah yang percaya diri menuju belakang rektorat dan sedikit ada keharuan karena cita cita yang diperjuangan kan dulu dengan teman teman seperjuangan ku, kini mulai nampak berbuah indah. Alhamdulillah, ini semua atas Rahmat Mu.... dalam hati ini bertutur. Walau sedikit ada rasa bersalah karena kurang maksimal berkontibusi dan selalu terbayang di sms tulisan “Afwan, tidak bisa syuro karena ini dan itu” yang walau saya tahu bagi orang yang memerina sms nya pasti ada rasa kecewa. Hmmmm.
Semilir angin parahiyangan dan rindangnya kampus dengan pohon pohon yang bertuliskan “Go Green, Sayangi Alam mu titipan dari Allah ini” hasil kreasi dari anak anak MABA Biologi dan Pertanian semakin menambah sejuk udara dan mata melihatnya. Membuat orang betah dan nyaman tinggal nya, belajar pun pasti nyaman, dan teringat sistem pendidikan di Finlandia yang merupakan sistem pendidikan terbaik di dunia saat ini.
Aku pun mulai melihat dan melirik suasana gadung rektorat yang tampaknya agak berubah. Aku pun masuk kedalam, sambil mau bersilaturahim dengan Pak Rektor. Laur biasa, kini ruangan mulai tertata rapi dan nyampan untuk pelayanan Mahasiswa khususnya yang menjadi kewajiban pihak rektorat. Tulisan tulisan yang penuh motivasi, semangat, dan islami itu menghiasi dinding dinding ruangan, Patung Harimau pun tetap menjadi suguhan utama. Terdengar dari atas ada suara yang sedang latihan bernyanyi para ibu ibu, tampaknya menyanyikan lagu sunda “Pileuleuyan” yang aku hafal lagunya. Dari dalam ruangan depan tempat registrasi SKS nampaknya ada yang aku kenal dengan salah satu karyawan di sana. Ku hampiri mejanya yang berantakan walau ada Mushaf Al Qur’an disana yang masih terbuka, seperti yang baru dibaca.
“Assalmmualaikum, Pak.... sehat udah berapa tahun nih saya rindu dengan Bapak ??”
Beliau nampaknya agak heran “Waalaikumsalam, siapa ya ?? agak terdiam lama.... “Oh ini yang dulu Bapak marahin karena demo tentang rokok itu”.
“ Iya, pak, sampai saya stress waktu itu, takut di DO dari kampus. Eh Pak gimana Asap rokoknya masih bergoyang di ruangan”... sambil aku tesenyum malu.
“ Hahaha, Ade, tuh lihat ada ruangan khusus bagi perokok sekarang. Iya Pihak kampus jadi tersadar waktu itu.. walau kamu jadi korban”. sambil menepuk pundak ku.
“Oh udah ada ruangan khusus...”
lama kelamaan aku pun mulai berbincang dengan beliau, dan aku mempunyai kesimpulan berkesan tersendiri. Ini kan Kampus, tapi kok nuansa Keislamaman nya ada, Akademisi/Intelktual nya terlihat, dan karakter sivitas akademikanya khas pula ramah, sopan, dan tentunya lingkungan nya asri bersih...... Apakah ini yang dimimpikan dulu ketika masih aktif menjadi Mahasiswa menjadi kenyataan. Sambil menuju ke masjid untuk sholat Ashar.....
Pukul 17.30 di jam tangan ku. “Musyawarah Akbar Mahasiswa, 1000 warna dalam satu kata pengabdian”. Spanduk besar berwarna putih tampak menempel di ruangan. Berkelompok kelompok mahasiswa yang laki laki dan perempuan serius dalam mengikuti kegiatan, adu agrumen yang mencerdaskan saling bersahutan ramai. Buku buku yang menjadi referensi argumen nya di keluarkan dari balik meja satu persatu, kadang membuka laptop mencari referesi dari Internet sbg bahan nya. Tidak ada politik saling adu taring antar gerakan kelompok. Meja dan Kursi pun rapi tertata....
Kudengar ada suara “Visi ORMAWA kita tahun 2020 mendatang adalah Better ORMAWA, Better Indonesia”, Semua harus mewujudkan nya karena kita punya jargon dan tekad bersama , 1000 Warna dalam 1 kata Pengbadian”.
Semua pun gemuruh tepuk tangan... tampaknya menarik di dalam, aku pun mulai melihat kedalam, dan tibalah saat nya pemilihan Presiden Mahasiswa. Semua calon kedepan dan ku lihat tak ada satu pun yang mau menjadi Presiden Mahasiswa... tapi anehnya ketika ada yg bertanya
“Bagaimana jika kami memberikan kepercayaan dan Apa Visi nya”. Semua calon mengatakan dengan tegas “Siap” dan menjelaskan Visi kdepan nya itu dengan cerdas dan rinci.... dan telah dibuktikan dengan karya nyata sebelumnya, karena ada penilaian review track record nya.... Semua peserta pun bersorak.
Kulihat juga para perempuan berjilbab rapi saling berbincang, “Siapapun presiden nya yang penting cita cita kita yang selalu terngiang dalam lingkaran pekanan itu, tak boleh luntur dan kita harus taat kepada pemimpin nya nanti, ingat ukhti kedudukan hanya sarana belaka bukan cita cita. semangat nya dong, Ukhti cantik ! ” sambil menyemangati temannya dan mengusap air mata yang menetes di pipi teman nya....
Keramaian itu semakin menambah ramai suasana di dalam ruang rektorat yang kudengar ada suara ibu ibu dan bapak bapak yang ramai pula, kulihat di pintu ada tulisan dari spidol hitam “Maaf, sedang tidak bisa menerima tamu karena ada kajian islam rutin dengan seluruh karyawan”.....
Aku pun mulai berjalan mendekati pintu masuk acara, dan aku tanya ke penjaga disana. Tapi agak ragu juga karena dia sedang membaca buku “Pengatar Ekonomi” dan satu lagi Sedang Membuka “Juz amma” khawatir menggagngu. Tapi aku hurus bertanya siapa yang menjadi Presma nya. Ku hampiri saja.
“A, siap nih yg jadi Presma nya “
“Oh, ini Akh... Eh A, itu tuh yang sedang nangis di pojok ruangan”.... agak terdiam sedikit “eh...Aa, yg tadi di kantin ya ?? kok ada disini”
“Eh ente disini juga, ga capek habis mentoring dan keperpustkaan. Ikut kesini juga ?, Iya nih mau ketemu Pak Rektor, tapi ada acara kayaknya ??”
“Ah udah biasa A, jadi ga kerasa capeknya. Iya di ruang Pak Rektor udah rutin acara begitu.”
Aku pun kmbali ke bawah mau pulang, mudah mudahan Angkot ke rumah jam segini masih ada. Ternyata hujan pun mengguyur kampus perjuangan ini yang menghentikan sejenak kepulangan ku. Aku pun berteduh di ruang kelas dekat Fakultas Ekonomi... tampak dari dalam pintu di papan tulis ada tulisan “Ingat besok UTS, rajinkan belajar dan Sholat malam nya ya brother semua”. Aku pun agak bersedih karena dulu kegiatan belajar ku jauh dari seperti itu..... tapi di balik itu semua kini telah berubah jauh. Kembali aku tersenyum.
Hujan pun kini mulai berhenti, dan kulanjutkan pulang kerumah. Dengan membawa sejuta kenangan dan kisah ku dulu, di hati ini, di kampus ini yang telah mempunyai warna baru dan semngat baru. ditememani dengan kehangatan hujan dan sebungkus Maratabak untuk temen temen ku di Kost-an. Ku ucapkan salam untuk adik adiku tercinta yang sedang menikmati haru biru nya perjuangan....



Kring....Kring...Kring... HP berbunyi dan ada pesan masuk “Diharapkan kumpul kepada semua panitia, kita akan evaluasi”. Aku baru tersadar ternyata aku tertidur di sekre KISI setelah semalam tidak tidur sama sekali begadang membereskan ruangan buat acara Kuliah Dhuha.
Tapi, Seolah cerita tadi kenyataan dan ternyata hanya bermimpi semata, dengan penglihatan yang agak ke kuning kuningan aku melihat sekitar kampus, nampaknya msih tetap dan jauh dari mimpi itu....
Aku pun tersenyum kembali, aku yakin itu bukan mimpi.... tapi cita cita kecil yang dirindukan selam ini dengan teman seperjuangan ku. Yah... inilah mimpi besar itu !. sudah didepan mata.

 
;