07 Februari 2010

PEMILIHAN REKTOR UNSIL - Antara Harapan dan Realita

“Fajar itu harus terus bersinar” ungkapan yang ditujukan kepada pengganti Prof. DR. H. Muhammad Numan Somantri, M.Sc selaku rertor UNSIL yang sebentar lagi pergatian amanah. Banyak jasa dan pemberian beliau selama mengemban amanah membesarkan “Kampus Perjuangan” Universitas Siliwangi ini yang sebentar lagi menyongsong status negeri. Mengenai penegrian yang saya terima info terakhir baik dari Media, Panitia Penegrian, dan pembicaraan orang orang bahwa kini sedang bergulir prosesnya di kantor Badan Pertanahan Nasional Kota Tasikmalaya yang beralamat di Jl. Re. Martadinata Tasikmalaya. Menurut Pemprov Jabar (Gubernur) dalam website pribadinya menyatakan “Masalah keuangan Insya Allah kita siap membantu”, 40 Miliar dana digelontorkn untuk membantu UNSIL dan UNSGAWATI untuk menjadi Negeri. Kita tinggalkan masalah penegerian dulu sementara.
Tanggal 6 Februari 2010 mendatang orasi public calon Rektor akan segera di mulai yang sebelumnya telah di lakuan Uji kelayakan dan Kepatutan di ruang Rektorat UNSIL. Calon rector yang telah mendaftar kepada Panitia Pemilihan Rektor (PPR) sebanyak 4 Orang. Menurut Ketua PPR DR. Wawan “ Pemilihan yang demokratis ini merupakan sebuah kemajuan di kampus perjuangan ini, dan Alhamdulillah antusias nya telah terlihat baik saat pendaftaran dan ketika sosialisasi kemarin calon yang telah mengikuti Uji Kelayaka dan Kepatutan yaitu :
1. DR. Ade Komaludin, M.SC
2. Prof. DR. Kartawan, MM
3. Prof. DR . H Rudi Priadi, MP
4. Prof. DR. Dedi Heryadi, M.Pd
Visi dan Misi tertampak rapi di tempel di sekitar kampus “Menggugah” itu yang saya katakana terhadap Visi dan Misi Beliau semua walaupun boleh dikatakan masalah teknis dan proses masih sederhana tapi saya rasa yang penting tidak menghilangankan substansi dari yang namanya Demokrasi itu. kalau di Indonesia pengertian demokrasi Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat. Tapi ketika di kampus istilah itu harus berbeda “Dari Mahasiswa, Oleh Mahasiswa, dan Untuk Mahasiswa” itulah yang dikehendaki oleh Mahasiswa. Sikap Intruinsik Mahasiswa sungguh terlihat dari fenomena partisipasi, advokasi, dan pengontrolan selama proses demokrasi ini.
Keterlibatan Mahasiswa dalam pemilihan pada tanggal 15 Februari nanti sangat di sambut suka cita oleh mahasiswa karena di beberapa kampus mahasiswa belum bisa dilibatkan. Walaupun keterlibatan mahasiswa ini masih menjadi kontroversi dengan alasan adanya PP No 60 Tahun 1999. Wajar memang jika sebagian mahasiswa ada yang menanyakan atau menklarifikasi hal ini “Namanya juga mahasiswa, tapi kita kan masih punya etik dan norma yang tidak boleh dilanggar” kata seorang aktivis mahasiswa di acara Musyawarah Akbar Mahasiswa (MAM).
Agenda dan amanah besar menunggu rektor terpilih. UNSIL menjadi negeri menjadi tantangan tersendiri, Profesionalisme kelembagaan, Moralitas SDM dan Mahasiswa, Transparansi dan kedisiplinan, dan Kemahasiswan itu menjadi List yang harus di perhatikan. Walaupun sebenarnya kalau diadakan survey kepada semua civitas akademika tentang masalah yang harus diperbaiki saya yakin akan lebih banyak dan lebih mengena kepada target itu sendiri bukan meraba, melihat, dan menerawang tentang fenomena masalah ini dan bukan menjadi fanamorgana di tengan padang ketidakpastian.
 
;